Karya : Rizka Aldila Chaerani
Pagi
itu setelah upacara berlangsung, Dewa anak cowok yang cuek tengil ,
kusut lewat kelas Rika. Awal meraka bertemu saat Rika dan Dewa sedang
duduk dibangku kelas X di SMA Negeri Yogyakarta, Rika yang awal mulanya
sangat benci terhadap Dewa (cowok yang sering menjahilinya), Rika sangat
membenci Dewa karena Dewa sering usil padanya. Pada kenaikan kelas XI,
ternyata mereka disatukan dalam satu kelas, setelah mereka satu kelas
hal yang paling ditakutkan Rika benar benar terjadi , yaitu Guru Fisika
mempesatukan mereka dalam kelompok Praktikum di Laboraturium sekolah
mereka .
Tak
sengaja, saat praktikum berlangsung Dewa yang terburu buru menabrak
Rika , mengakibatkan gelas ukur yang digunakan oleh Rika terpecah dan
pecahannya mengenai tangan Rika, Dewa yang melihat kejadian itu langsung
membawa Rika ke UKS untuk mendapat pengobatan, sejak kejadian itu Rika
mulai merasakan sesuatu yang beda pada diri Dewa alias Rika mulai
tertarik, saat Rika dikelas tanpa kehadiran Dewa dunia ini
seperti hampa bagi Rika, begitu pun dengan Dewa setelah peristiwa di
Laboraturium membuat Dewa menaruh perasaan yang sama cdengan Rika ,
dunia pun hampa bagi dewa apabila tanpa kehadiran Rika di kelas
Tetapi
pada saat itu Dewa sedang menjalin kasih alias berpacaran dengan
Larasati , Larasati adalah ank famous di SMA ini. Hati Rika sakit,sedih,
dan bergejolak saat melihat mereka berduaan, walau Rika menaruh hati
padanya tetapi dia juga tetap harus menjaga sikap karena status Dewa
sekrang masih tetap Pacar dari Larasati teman masa kecilnya. Walaupun
Dewa sebenarnya juga merasakan hal yang sama oleh Rika tetapi Dewa tetap
berfikir bagaimana caranya untuk memutuskan hubungan dengan Larasati,
beberapa hari kemudian Dewa mengambil keputusan untuk memutuskan
hubungan dengan Larasati karena persaannya terhadap Rika tak bias
kembali dibohongi, saat kejadian itu Larasati sangat terpukul atas
keputusan Dewa yang mengagetkan dirinya ini, dia tak meyangka bahwa Dewa
mau melakukan hal ini.
Rika
yang beberapa hari kemudian mengetahui tentang hal ini sempat terkejut,
tak tau kenapa hati Rika mersa senang tapi disisi lain dia juga iba
melihat sahabatnya Larasati . Beberapa Minggu kemudian Dewa yang telah
putus dengan Larasati membranikan diri untuk sedikit demi sedikit untuk
mendekati Rika ( cewek yang sering sekali membuat hati Dewa deg-degan),
tetapi Rika yang pendiam tak begitu saja menanggapi perhatian lebih dari
dewa.
Tepat
kemarin tanggal 9 april, Rika berulang tahun ke 17, teman temannya
kemarin memberikan surprise kepadanya, dan kue tart sebagai hadiahnya ,
Dewa adalah orang pertama yang diberi kue oleh Rika, perasaan Dewa
tambah berbunga bunga, tetapi keadaan Dewa yang kurang sehat tak
memungkinkan Dewa untuk ikut pergi dalam acara makan-makan ulang tahun
Rika .
Sebenarnya Rika tetap membujuk Dewa
untuk ikut,tapi mungkin keadaan Dewa yang tidak memungkinkan, akhirnya
acara makan-makan ulang tahun Rika tetap berjalan tanpa kehadiran Dewa,
kekecewaan Rika mulai memuncak saat Dewa mengirim SMS kepadanya “maaf
aku tidak bias ikut denganmu, bukannya menolak tapi aku benar benar
kurang enak badan” pesan dari Dewa
Setelah
beberapa hari setelah ulang tahun Rika , Dewa memutuskan untuk
mengatakan cintanya terhadap Rika , tepat pada tanggal 14 april Dewa
mengungkapkan perasaannya kepada Rika di halaman sekolah, Rika pun
terkejut atas pernyataan yang disampaikan Dewa padanya,
tetapi karena Rika juga memendam persaan yang sama, akhirnya Rika
memutukan untuk Jadian dengan Dewa. Setelah mereka Jadian, mereka
seperti amplop dan perangko, berangkat-pulang , ke kantin, perpustakaan,
jalan ke Mall, sampai belajar bersama , mereka memang terlihat sangat
bahagia sekali seperti sepasang burung merpati yang dilanda asmara.
Suatu ketika merka berdua jalan ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Jogja , tak disangka Dewa
melihat dokter pribadinya sedang ditempat itu juga Dewa langsung
terkejut raut wajahnya pun bgerubah seketika, Rika pun ikut tercengang
melihat keadaan Dewa seperti itu, Dewa seperti menyembunyikan sesuatu
dari diri Rika , Dewa pun cepat cepat menghindar dari dokter itu .
Setelah
mengantar pulang Rika, tiba-tiba handphone Dewa bordering, ternyata
Deawa mendapat telepon dari dokter pribadinya yang menyuruhnya untuk
datang ke Rumah sakit. Tak disangka ternyata dokter memberikan kabar
buruk kepada kondisi kesehatan dewa, ternyata Dewa sudah lama menderita
sakit kangker otak yang sekarang telah menginjak stadium 3, Dewa pun kaget mendengar berita dari dokter, setelah dia keluar dari rumah sakit dewa terlihat
sering kali murung. Pagi harinya waktu berangkat sekolah dan bertemu
rika muka Dewa terlihat sangat pucat, setelah menanyakan hal ini pada
Dewa , Dewa hanya berkata “aku baru kurang enak badan saja saying ,
jangan khawatir ya “ jawab Dewa
Rika
yang beberapa hari kemudian melihat perubahan sikap Dewa , Rika mulai
curiga sepertinya ada yang disembunyikan dari dirinya. Dan benar
kecurigaan Rika sedikit demi sedikit mulai terbongkar, Rika menemukan
beberapa obat di tas Dewa, dan Rika membawa obat itu ke dokter dan
berkonsultasi pada dokter , Rika terkejut saat dokter menyatakan bahwa
itu adalah obat penawar rasa sakit yang sering digunakan untuk penderita
kanker otak. Setelah dari rumah sakit , Rika mendapat telepon dari
Dewa, karena Dewa sudah menunggunya di cave biasa. Rika langsung menuju
kesana, sesampainya disana Rika marah terhadap Dewa karena telah
menyembunyikan hal ini kepadanya padahal mereka sudah hampi 1 tahun
berpacaran.
Tepat pada malam 1 tahun mereka jadian , mereka jalan dan dinner di restoran favorit mereka dan saat itu Dewa
berkata, “ Orang di utara bilang matahari itu indah aku diam, orang di
selatan bilang laut itu indah aku diam, orang di timur bilang bulan itu
indah aku diam , orang di barat bilang bintang itu indah akupun tetap
diam, aku hanya berkata walau utara selatan barat dan timur bilang itu
indah tetapi dihatiku hanya Rika yang indah” kata romantic Dewa. Rika
pun terpesona atas kata kata yang diberikan Dewa padanya , Rika hanya
menjawab “ 12 purnama telah berlalu , wajahmu tertutup awan kelabu ,
andai aku tahu perasaanmu dari dulu , tak akan ku buang waktu untuk
memelukmu” ucap Rika
Tak
beberapa lama kemudian Dewa bersandar di pangkuan Rika dan berkata “
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kamu berduka sebab apa yang paling
kamu kasihi dariku akan nampak dari kejauhan seperti gunung yang nampak
lebih agung saat terlihat dari padang dan daratan” ucap Dewa. Tak lama
kemudian Dewa tertidur pulas dipangkuan Rika dan tak disangka Dewa
menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Rika. Sejak saat itu Rika tak
henti hentinya biss melupakan Dewa “ Walaupun Dewa telah tiada dan hanya
nama dan kenangannya saja yang tertinggal tetapi Dewa tetap selalu ada
di ruang hatiku , karena Dewa adalah Kenagan Terindah di hidupku “ ucap
Rika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar