Sabtu, 14 Januari 2012

Karya : Rizka Aldila Chaerani


            Pagi itu setelah upacara berlangsung, Dewa anak cowok yang cuek tengil , kusut lewat kelas Rika. Awal meraka bertemu saat Rika dan Dewa sedang duduk dibangku kelas X di SMA Negeri Yogyakarta, Rika yang awal mulanya sangat benci terhadap Dewa (cowok yang sering menjahilinya), Rika sangat membenci Dewa karena Dewa sering usil padanya. Pada kenaikan kelas XI, ternyata mereka disatukan dalam satu kelas, setelah mereka satu kelas hal yang paling ditakutkan Rika benar benar terjadi , yaitu Guru Fisika mempesatukan mereka dalam kelompok Praktikum di Laboraturium sekolah mereka .
            Tak sengaja, saat praktikum berlangsung Dewa yang terburu buru menabrak Rika , mengakibatkan gelas ukur yang digunakan oleh Rika terpecah dan pecahannya mengenai tangan Rika, Dewa yang melihat kejadian itu langsung membawa Rika ke UKS untuk mendapat pengobatan, sejak kejadian itu Rika mulai merasakan sesuatu yang beda pada diri Dewa alias Rika mulai tertarik, saat Rika dikelas tanpa kehadiran Dewa  dunia ini seperti hampa bagi Rika, begitu pun dengan Dewa setelah peristiwa di Laboraturium membuat Dewa menaruh perasaan yang sama cdengan Rika , dunia pun hampa bagi dewa apabila tanpa kehadiran Rika di kelas
            Tetapi pada saat itu Dewa sedang menjalin kasih alias berpacaran dengan Larasati , Larasati adalah ank famous di SMA ini. Hati Rika sakit,sedih, dan bergejolak saat melihat mereka berduaan, walau Rika menaruh hati padanya tetapi dia juga tetap harus menjaga sikap karena status Dewa sekrang masih tetap Pacar dari Larasati teman masa kecilnya. Walaupun Dewa sebenarnya juga merasakan hal yang sama oleh Rika tetapi Dewa tetap berfikir bagaimana caranya untuk memutuskan hubungan dengan Larasati, beberapa hari kemudian Dewa mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Larasati karena persaannya terhadap Rika tak bias kembali dibohongi, saat kejadian itu Larasati sangat terpukul atas keputusan Dewa yang mengagetkan dirinya ini, dia tak meyangka bahwa Dewa mau melakukan hal ini.
            Rika yang beberapa hari kemudian mengetahui tentang hal ini sempat terkejut, tak tau kenapa hati Rika mersa senang tapi disisi lain dia juga iba melihat sahabatnya Larasati . Beberapa Minggu kemudian Dewa yang telah putus dengan Larasati membranikan diri untuk sedikit demi sedikit untuk mendekati Rika ( cewek yang sering sekali membuat hati Dewa deg-degan), tetapi Rika yang pendiam tak begitu saja menanggapi perhatian lebih dari dewa.
            Tepat kemarin tanggal 9 april, Rika berulang tahun ke 17, teman temannya kemarin memberikan surprise kepadanya, dan kue tart sebagai hadiahnya , Dewa adalah orang pertama yang diberi kue oleh Rika, perasaan Dewa tambah berbunga bunga, tetapi keadaan Dewa yang kurang sehat tak memungkinkan Dewa untuk ikut pergi dalam acara makan-makan ulang tahun Rika .
            Sebenarnya Rika tetap membujuk  Dewa untuk ikut,tapi mungkin keadaan Dewa yang tidak memungkinkan, akhirnya acara makan-makan ulang tahun Rika tetap berjalan tanpa kehadiran Dewa, kekecewaan Rika mulai memuncak saat Dewa mengirim SMS kepadanya “maaf aku tidak bias ikut denganmu, bukannya menolak tapi aku benar benar kurang enak badan” pesan dari Dewa
            Setelah beberapa hari setelah ulang tahun Rika , Dewa memutuskan untuk mengatakan cintanya terhadap Rika , tepat pada tanggal 14 april Dewa mengungkapkan perasaannya kepada Rika di halaman sekolah, Rika pun terkejut atas pernyataan  yang disampaikan Dewa padanya, tetapi karena Rika juga memendam persaan yang sama, akhirnya Rika memutukan untuk Jadian dengan Dewa. Setelah mereka Jadian, mereka seperti amplop dan perangko, berangkat-pulang , ke kantin, perpustakaan, jalan ke Mall, sampai belajar bersama , mereka memang terlihat sangat bahagia sekali seperti sepasang burung merpati yang dilanda asmara.
            Suatu ketika merka berdua jalan ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Jogja , tak disangka  Dewa melihat dokter pribadinya sedang ditempat itu juga Dewa langsung terkejut raut wajahnya pun bgerubah seketika, Rika pun ikut tercengang melihat keadaan Dewa seperti itu, Dewa seperti menyembunyikan sesuatu dari diri Rika , Dewa pun cepat cepat menghindar dari dokter itu .
            Setelah mengantar pulang Rika, tiba-tiba handphone Dewa bordering, ternyata Deawa mendapat telepon dari dokter pribadinya yang menyuruhnya untuk datang ke Rumah sakit. Tak disangka ternyata dokter memberikan kabar buruk kepada kondisi kesehatan dewa, ternyata Dewa sudah lama menderita sakit kangker otak  yang sekarang telah menginjak stadium 3, Dewa pun kaget mendengar berita dari dokter, setelah dia keluar dari rumah sakit dewa  terlihat sering kali murung. Pagi harinya waktu berangkat sekolah dan bertemu rika muka Dewa terlihat sangat pucat, setelah menanyakan hal ini pada Dewa , Dewa hanya berkata “aku baru kurang enak badan saja saying , jangan khawatir ya “ jawab Dewa
            Rika yang beberapa hari kemudian melihat perubahan sikap Dewa , Rika mulai curiga sepertinya ada yang disembunyikan dari dirinya. Dan benar kecurigaan Rika sedikit demi sedikit mulai terbongkar, Rika menemukan beberapa obat di tas Dewa, dan Rika membawa obat itu ke dokter dan berkonsultasi pada dokter , Rika terkejut saat dokter menyatakan bahwa itu adalah obat penawar rasa sakit yang sering digunakan untuk penderita kanker otak. Setelah dari rumah sakit , Rika mendapat telepon dari Dewa, karena Dewa sudah menunggunya di cave biasa. Rika langsung menuju kesana, sesampainya disana Rika marah terhadap Dewa karena telah menyembunyikan hal ini kepadanya padahal mereka sudah hampi 1 tahun berpacaran.
            Tepat pada malam 1 tahun mereka jadian , mereka jalan dan dinner di restoran favorit mereka dan saat itu  Dewa berkata, “ Orang di utara bilang matahari itu indah aku diam, orang di selatan bilang laut itu indah aku diam, orang di timur bilang bulan itu indah aku diam , orang di barat bilang bintang itu indah akupun tetap diam, aku hanya berkata walau utara selatan barat dan timur bilang itu indah tetapi dihatiku hanya Rika yang indah” kata romantic Dewa. Rika pun terpesona atas kata kata yang diberikan Dewa padanya , Rika hanya menjawab “ 12 purnama telah berlalu , wajahmu tertutup awan kelabu , andai aku tahu perasaanmu dari dulu , tak akan ku buang waktu untuk memelukmu” ucap Rika

            Tak beberapa lama kemudian Dewa bersandar di pangkuan Rika dan berkata “ Ketika tiba saat perpisahan janganlah kamu berduka sebab apa yang paling kamu kasihi dariku akan nampak dari kejauhan seperti gunung yang nampak lebih agung saat terlihat dari padang dan daratan” ucap Dewa. Tak lama kemudian Dewa tertidur pulas dipangkuan Rika dan tak disangka Dewa menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Rika. Sejak saat itu Rika tak henti hentinya biss melupakan Dewa “ Walaupun Dewa telah tiada dan hanya nama dan kenangannya saja yang tertinggal tetapi Dewa tetap selalu ada di ruang hatiku , karena Dewa adalah Kenagan Terindah di hidupku “ ucap Rika
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar